DEPOK - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Dr. Yassierli menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa dalam Kuliah Umum Kepemimpinan Nasional di Gedung SEBI Hall, Depok, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam arahannya, Menaker menegaskan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, melainkan mencetak pekerjaan berkualitas tinggi yang mengandalkan keahlian dan riset.
Menaker menyoroti posisi Indonesia yang berada di peringkat ke-55 dari 139 negara dalam indeks inovasi global 2025. Meski iklim bisnis dan kerja sama riset kampus dengan industri tergolong baik, kualitas talenta dan tenaga kerja berbasis pengetahuan masih harus ditingkatkan secara serius.
Untuk menghadapi persaingan kerja, Menaker membagikan empat karakter utama yang wajib dimiliki anak muda yang dirangkum dalam konsep 4C. Pertama adalah kompeten (competent) , yaitu menguasai keahlian bidangnya secara mendalam. Kedua adalah serba ingin tahu (curious), yaitu memiliki dorongan untuk terus belajar dan bertanya. Ketiga adalah peduli (caring) , yaitu memiliki rasa empati terhadap sesama dan lingkungan sosial. Keempat adalah pemberani (courageous), yaitu berani mencoba hal baru, berinovasi, dan siap bertanggung jawab.
Selain karakter 4C, Menaker menekankan pentingnya penguasaan keterampilan nyata yang dibuktikan lewat hasil karya atau portofolio, bukan sekadar nilai ijazah. Mahasiswa juga diminta menggabungkan keahlian lintas bidang serta mengasah keterampilan kemanusiaan seperti empati, integritas, dan kepemimpinan. Pola pikir kewirausahaan juga sangat penting agar mahasiswa mampu melihat masalah di sekitar dan mengolahnya menjadi solusi yang bermanfaat.
Terkait maraknya teknologi kecerdasan buatan atau AI, Menaker meminta generasi muda untuk tidak takut bersaing dengan teknologi tersebut. Menurutnya, pesaing utama manusia di masa depan bukanlah AI, melainkan sesama manusia yang pandai memanfaatkan AI. Teknologi memang unggul dalam kecepatan dan pengolahan data, namun AI tidak akan pernah bisa menggantikan empati, etika, dan kehangatan hubungan antarmanusia.
Menaker mengimbau mahasiswa untuk tidak hanya aktif di dalam kelas, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi, proyek, dan pengabdian masyarakat. Karakter pemimpin unggul hanya bisa dibentuk dengan membiasakan diri untuk terus belajar dan berkembang secara konsisten setiap hari.
