DEPOK, 6 Mei 2026 – Institut SEBI sukses menyelenggarakan acara CEO Talk Business #series bertajuk “Smart Financial Strategies for Survival and Growth in Business”. Kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional, H. Agung Yulianto, S.E., A.k., M.Kom., Direktur Utama PT Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI), sebagai pembicara utama, dengan Mawardi Nur, S.E.I., M.E.Sy. sebagai moderator.
Dalam sesi yang inspiratif tersebut, H. Agung Yulianto membagikan pengalaman serta strategi keuangan yang telah membawa perusahaannya mampu bertahan dan terus berkembang di tengah dinamika bisnis. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh pola pikir dan cara mengelola bisnis yang tepat.
“Semua prestasi yang saya dapatkan bukan karena saya lebih pintar, tetapi karena saya menemukan cara berpikir dan cara mengoperasikan bisnis yang benar,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan data keuangan di era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemampuan menganalisis angka, membaca laporan keuangan, serta mengambil keputusan berbasis data akan menjadikan seseorang sulit tergantikan. “Jika hanya mencatat tanpa mengaplikasikan, Anda hanyalah penjaga masa lalu. Namun jika mampu menganalisis dan mengambil keputusan dari angka, Anda adalah penjaga masa depan,” tambahnya.
Rumus Kepercayaan dan Pentingnya Sistem
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya trust (kepercayaan) sebagai modal utama dalam bisnis. Ia merumuskan: Trust = (Integrity + Capacity) × System
Menurutnya, integritas dan kapasitas diri harus diperkuat dengan sistem yang baik untuk membangun kepercayaan dari pelanggan, mitra, dan stakeholder lainnya.
Cashflow adalah Nyawa Bisnis
Agung menegaskan bahwa banyak bisnis gagal bukan karena tidak menghasilkan profit, melainkan karena kehabisan arus kas. “Bisnis tidak bangkrut karena rugi, tetapi bangkrut karena kehabisan uang di tengah jalan,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa profit belum tentu menjadi kas karena bisa terjebak dalam piutang atau inventori.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Dalam paparannya, ia juga mengingatkan beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan pelaku usaha:
1. Mengejar omzet (chasing revenue), bukan profit. Terlihat bisnis besar tapi rapuh
2. Commingling of funds. Tidak mencatat cashflow, bahkan mencampur uang bisnis dengan uang pribadi
3. Lifestyle first, Menghabiskan pendapatan sebelum ditabung atau diinvestasikan kembali
4. No mentor, bergerak tanpa arahan
5. Takut mulai (avoid fear zone). banyak orang mau jadi pengusaha, tapi belum siap hidup menjadi pengusaha
Waspadai Capex (Capital Expenditure) dan Kelola Biaya dengan Bijak
Pengusaha pemula disarankan untuk menghindari pengeluaran besar pada aset tidak produktif di tahap awal. “Hindari Capex berlebih. Gunakan sumber daya yang ada terlebih dahulu, pastikan bisnis berjalan dan menghasilkan, baru lakukan ekspansi,” jelasnya.
Strategi Agile dan Leverage
Untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan (thrive), bisnis harus bersifat agile—mampu beradaptasi cepat melalui prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Selain itu, ia memperkenalkan konsep leverage yang mencakup:
1. Money (uang) : Gunakan modal untuk menghasilkan keuntungan yang melampaui kapasitas anda sendiri.
2. Time (waktu) : Sistem dan otomatisasi yang bekerja saat anda tidak bekerja. Waktu yang tersedia menjadi berlipat ganda.
3. System (sistem) : Proses yang dapat diulang dan dapat ditingkatkan skalanya (scale up) tanpa adanya kenaikan biaya yang proporsional.
4. Network (jaringan) : jaringan dan kemitraan yang memperluas jangkauan, kredibilitas, dan peluang. Pemanfaatan leverage ini dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan bisnis tanpa harus menanggung seluruh beban sendiri.
Pesan untuk Mahasiswa
Di akhir sesi, H. Agung Yulianto memberikan pesan khusus kepada mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. “Anda berada di kampus yang luar biasa. Ilmu yang Anda pelajari adalah ilmu yang paling dibutuhkan di dunia bisnis. Gunakan sebaik-baiknya. Sampai jumpa di puncak kesuksesan,” tutupnya. Acara ditutup dengan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta.