berita

LDK Al-Birru SEBI dan LDK Syahid UIN JKT Bersatu Dalam Memperjuangkan Palestina

Kategori Berita : '2017-12-08' / '14:03:40' WIB
'

 

Jakarta – Berbicara tentang Palestina, menyadarkan kita bahwa sesama muslim itu bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit maka sakit pula seluruh tubuh kita. Begitupun yang harus disadari oleh muslim di Indonesia saat melihat keadaan saudara seiman di Palestina saat ini. Melihat betapa pentingnya untuk peduli sesama muslim, maka LDK Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama LDK Al-Birru SEBI adakan Kajian Internasional Kepalestinaan dengan tema, “Mengenal Palestina Lebih Dekat”. Dilaksanakan pada Kamis (23/11), acara yang disebut dengan Kabita special edition ini dimulai pukul 13.00 WIB, di Masjid Fatahullah UIN Syarif Hidayatullah.
Dalam mengenal palestina lebih dekat kali ini, Kabita special edition diisi oleh Syekh Nashif Nashir yang berasal dari Palestina. Dalam materinya, Syekh Nashif Nashir mengingatkan bagaimana kedudukan baitul maqdis dalam Al-Qur’an. Dan beliaupun mengingatkan bahwa Al-Aqsa bukanlah milik sekelompok orang saja. Bukan milik orang Palestina, bukan milik orang Arab ataupun suatu bangsa, tapi Al-Aqsa adalah milik semua orang muslim di muka bumi ini. Selain itu, beliau juga berbicara mengenai Al-Qur’an yang harusnya selalu menjadi solusi setiap masalah dalam kehidupan muslim di bumi ini. Filosofi kehidupan yang dilihat dari Al-Qur’an.
“ Al-Qur’an lebih mulia dari makhluk karena Al-Qur’an dapat memuliakan ataupun menghinakan makhluk. Untuk dimuliakan oleh Al-Qur’an maka makhluk harus bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupannya. Dalam Al-Qur’an pun sepertiganya membahas mengenai Al-Quds Palestina. Menceritakan bahwa Palestina itu adalah tanah suci yang wajib dijaga seperti penjagaan terhadap tanah haram, Madinah dan Mekkah. Maka dari itu semua lini kehidupan kita harus dikembalikan kepada Al-Qur’an,” jelas Syekh Nashif Nashir dalam penyampaian materinya.

Selain itu Syekh Nashif Nashir juga berpesan untuk para akhwat dan ikhwan agar bisa menjadi pribadi seperti Maryam dan Yusuf. Akhwat seperti Maryam yang selalu menjaga kesucian dan menjaga kehormatannya. Serta ikhwan yang harusnya bisa menjadi sosok Yusuf yang senantiasa sabar dalam menjalani kehidupannya yang penuh tantangan. Kegiatan yang menjadi salah satu agenda Syahru Intifadhah 10 ini diharapkan bisa memberitahukan kepada masyarakat bagaimana kondisi Palestina saat ini. (sya)  

 

 

Baca Juga Berita Lainnya