Ekspansi Bisnis, BSM Butuh 1000 Karyawan
Written by Administrator   
Friday, 05 February 2010

Ekspansi Bisnis, BSM Butuh 1000 Karyawan     

JAKARTA -- Perluasan jaringan terus dilakukan oleh industri perbankan syariah. Dengan tambahan jaringan tersebut tentunya akan membuka dan memperluas kesempatan kerja. Seperti halnya Bank Syariah Mandiri (BSM) yang membutuhkan hingga 1.000 orang di tahun ini. Direktur BSM, Sugiharto mengatakan jumlah SDM tersebut diperlukan untuk ditempatkan di 100 outlet baru BSM tahun ini.

''Di 2009 BSM berencana membuka 100 outlet di antaranya 10 kantor cabang,'' kata Sugiharto saat ditemui Republika , Rabu malam (3/6). 

Jumlah SDM tersebut setidaknya diperlukan untuk ditempatkan di kantor cabang minimal 12 orang, kantor cabang pembantu antara enam sampai tujuh orang, dan kantor kas sekitar tiga orang. Di antara 100 outlet di antaranya adalah tambahan 10 kantor cabang di 10 kota. Di antara kota-kota tersebut adalah Kendari, Ternate, Kutai, Ambon, dan Sorong.

Dengan adanya tambahan kantor tersebut maka BSM akan memiliki 342 outlet. Namun, saat ini kantor-kantor tersebut masih dalam proses dan ditargetkan dapat beroperasi di semester dua tahun ini. ''Diharapkan bisa buka di bulan Juli atau Agustus,'' ujar Sugiharto. Tercatat per Maret 2009, BSM memiliki 332 outlet. Rinciannya adalah 57 Kantor Cabang, 80 Kantor Cabang Pembantu, 82 Kantor Kas, 48 Kantor layanan Syariah (KLS), 46  payment point , 13 kas keliling, dan enam gerai  online . Jaringan BSM tersebut tersebar di 24 provinsi, di antaranya Papua Timur, Aceh, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, Riau, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara.

Direktur Utama BSM, Yuslam Fauzi mengatakan, lokasi kantor cabang sebagian akan dibuka di wilayah Timur Indonesia. BSM, lanjutnya, membidik wilayah timur Indonesia karena melihat potensi yang begitu besar di wilayah itu. BSM yang belum banyak memiliki jaringan di wilayah itu pun membuat pembukaan kantor cabang di sana menjadi salah satu alasan.

BSM sendiri menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 25 persen tahun ini dengan tetap memfokuskan diri ke sektor UKM. ''Insya allah bisa lebih dari itu tapi kita targetkan tumbuh 25 persen,'' kata Yuslam. Tercatat porsi pembiayaan UKM BSM memiliki porsi 60 persen. Pembiayaan yang masuk dalam kategori tersebut adalah pembiayaan di bawah Rp 10 miliar. Sementara itu di kuartal I lalu BSM mencatat kenaikan laba bersih sebesar 37 persen dibanding periode sama tahun lalu. Per Maret 2009 BSM memperoleh laba Rp 63,8 miliar, sementara di Maret 2008 sebanyak Rp 46,2 miliar. Aset BSM juga tumbuh 26,1 persen menjadi Rp 17,7 triliun di kuartal I 2009 dibanding Maret 2008 yang sebesar Rp 14 triliun.  gie

Republika, 5 Juni 2009

Last Updated ( Thursday, 29 July 2010 )