berita

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017 Bersama Natural Forum SEBI

Kategori Berita : '2017-03-13' / '11:54:14' WIB
'

Depok –  Sebagai mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan, Natural Forum (NAFO) bekerjasama dengan Kementerian Usaha Mandiri (KUM) BEM STEI SEBI mengadakan Seminar Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada (26/02) pagi di ruang Al Ghazali Kampus STEI SEBI, Depok. Acara hari ini bertemakan “Melestarikan Lingkungan Dari Sampah, Ciptakan Lingkungan Bersih Dan Sehat” menghadirkan narasumber yang luar biasa yakni Bapak Kusumo selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok dan Raden Mas Bagus Kasatrio dari Komunitas Trashbag.

Selain dihadiri oleh Mahasiswa STEI SEBI acara ini juga dihadiri oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) STACIA Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan  Mapala MANUNGGAL BHAWANA ITI. “Tujuan utama dari acara ini adalah memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan mengingat insiden 12 tahun silam yaitu pada Tahun 2005 di Cimahi  terdapat ledakan yang sampai menewaskan 175 orang  bahkan ada dua desa yang hilang dari peta. Dan misinya untuk mencintai alam mencintai sampah agar tidak membuang sembarangan yaitu dengan mengadakan Bank Sampah di STEI SEBI.” Jelas Oleh Dedi Setiana (Nafo.1506.026) selaku Ketua Natural Forum (NAFO).

“Saat ini ideologi masyarakat terbalik, kalau kami memberi tulisan  jangan buang sampah disini” maka yang terjadi adalah tempat itu penuh dengan sampah. Aneh kan? Padahal ini seharusnya menjadi tugas kita bersama sebagai orang yang peduli terhadap alam sekitar.” terang Bapak Kusumo.

Rangkaian Gerakan Peduli Sampah Nasional ini dimulai sejak 21- 26 Februari 2017 dan hari ini adalah acara puncak HPSN. "Pada 24 Februari kita telah mengadakan simulasi pengumpulan sampah yang di adakan di STEI SEBI dan pada 25 Februari juga telah mengadakan Operasi Bersih (OPSI) di sekitar SEBI bahkan hingga 2 RT". Ungkap Dedi Setiana saat di temui usai pemberian sambutan.

Raden Mas Bagus Kasatrio pun juga memaparkan tentang kesalahan nalar seseorang saat mendaki gunung bahwa pemuda sekarang tidak mau mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan saat mendaki gunung karena yang difikirkan hanya ingin eksis k ditambah banyaknya iklan yang menggambarkan keindahan gunung. Hingga akibatnya mereka membuang sampai sembarangan dan merusak tatanan keindahannya. Semoga dengan adanya seminar ini bisa menambah wawasan tentang bagaimana menjaga alam sekitar.(amr)

Baca Juga Berita Lainnya