berita

LDK SSP SEBI Gelar Kajian Keummatan Dan Launching Gerakan Sebi Mengaji

Kategori Berita : '2017-03-13' / '11:49:57' WIB
'

Depok – (06/03) Usai shalat ashar berjama’ah di Masjid Al Yarmuk,  Divisi Syiar dan Keummatan  Lembaga Dakwah Kampus Sebi Solidarity for Palestine (LDK  SSP) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI menggelar Kajian Keumatan dengan mengangkat tema “Ghazwul Fikri”.

Kajian kali ini menghadirkan Ustad Aries Hermawan, SEI sebagai pemateri. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan mengenai sejarah, sasaran, media, aksi media, tujuan, serta dampak Ghazwul Fikri. Ghazwul fikri atau perang pemikiran merupakan upaya mengelabui umat Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dengan berbagai cara. Sedangkan umat Islam-lah yang menjadi sasarannya dengan harapan, kita sebagai umat islam menjadi loyal dan bangga terhadap mereka (non-muslim) hingga menjadi seorang yang murtad.

Melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi zaman sekarang, peran media massa menjadi sarana terkuat perang pemikiran.  “Pada hakikatnya, media itu netral. Jika dianalogikan, media dapat diibaratkan dengan sebuah pisau. Jika dimanfaatkan untuk yang baik maka baik pula hasilnya. Namun jika digunakan untuk membunuh, maka celakalah ia,” ujar Ustad Aries dalam sesi materi.

Pemberitaan di media terhadap Islam semakin dirasa menyakitkan karena bernuansa negatif. Salah satu di antaranya adalah kriminalisasi terhadap ulama dengan mengatakan bahwa ulama tidak nasionalis.

Lahirnya tokoh-tokoh Islam yang liberalis juga menjadi pendukung ghazwul fikri. Dijelaskan oleh pemateri, bahwa hadirnya profesor-profesor yang beraliran liberal diawali dengan pendidikan sarjana, magister, maupun doktor yang mereka tempuh di Amerika Serikat dan negara-negara luar yang beraliran liberal. Dengan berguru pada tokoh-tokoh orientalis, pemikiran mereka terhadap Islam diputarbalikkan sehingga liberalisme tertanam di hati dan pikiran.

“Hal ini menyebabkan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan tidak membuahkan keimanan,” ungkap Ustadz Aries di hadapan para hadirin.

Harapan terakhir berada di tangan pemuda-pemudi Islam terutama mahasiswa. Melalui gadget yang dimiliki seperti handphone jangan hanya menjadi sekadar alat untuk bersenang-senang melainkan dimanfaatkan untuk mengangkat opini publik yang pro akan islam sebagai bentuk balasan terhadap opini yang sesat. Selain itu, penyebaran tulisan-tulisan islam juga dapat diwujudkan dengan menempelnya di mading masjid-masjid.

“Mulai sekarang kita yang menentukan, apakah hanya menjadi penonton atau menjadi kontributor yang menjadikan kembali Islam sebagai pusat peradaban dunia,” tutup Ustad Aries mengakhiri materinya sore itu.

Selain kajian, hadir pula Launching Gerakan Sebi Mengaji. Tujuan dari kegiatan ini ialah sebagai fasilitator mahasiswa-mahasiswa Sebi dalam mengistiqomahkan diri untuk membaca 1 juz alquran setiap harinya. Gerakan ini juga merupakan salah satu program kerja Divisi Hubungan Publik LDK SSP yang bekerja sama dengan One Day One Juz.

“Dengan alquran, manusia dianugerahi predikat sebaik-baiknya insan oleh Allah SWT. Yaitu, mereka yang mau membaca serta mengajarkan alquran,” ujar Wakil Ketua 1 LDK SSP, Novan Aji Maarits. (nab)

Baca Juga Berita Lainnya