berita

LDK Al-Birru SEBI Adakan Festival Syar'i 10

Kategori Berita : '2017-12-08' / '14:08:29' WIB
'

Depok – Senin (20/11) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Birru SEBI bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengadakan Festival Syar'i 10. Dengan tema yang bertajuk, “Tak perlu Banyak Narasi, Kemerdekaan Palestina Harga Mati.” Turut dihadiri dari perwakilan lembaga, Ustadz Luthfi Zulkarnaen, S.Ag, M.E., Sy., dan diisi oleh Ustadz Dr. Syaiful Bahri, MA. Diselenggarakan di Sebi Hall, STEI SEBI, pukul 13.00 WIB.
Acara dimulai dengan lomba puisi dari pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah JaBoDeTaBek yang sangat seru, “Lomba puisi ini sangatlah sengit, saya sendiri sampai tidak bisa menentukan siapa yang akan menang. Tapi semoga saja dengan hasil penggabuang penilaian saya dengan penilaian juri yang lain dapat ketahuan siapa yang jadi pemenangnya.” Ujar Halwani, selaku juri Lomba Puisi dalam Festival Syar’i 10 ini.
Acara Festival ini dimeriahkan dengan nonton film bersama yang berjudul Kurtlar Vadisi Filistin(Lembah Serigala: Palestina). Sebagai informasi yang dikutip dari Wikipedia, film ini merupakan sebuah film aksi Bioskop Turki 2011 yang disutradarai oleh Zübeyr ?a?maz. Film ini merupakan bagian dari waralaba media Lembah serigala, bedasarkan seri televisi Turki dengan nama yang sama, dan sebuah sekuel dari Lembah Serigala: Iraq (2006) dan Lembah Serigala: Gladio (2008).
Acara dilanjut dengan Bedah Buku “Ensiklopedia Masjid Al-Aqsa,” bersama Ustadz Dr. Saiful Bahri, MA. Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan secara singkat isi bukunya tersebut. “Buku ini adalah ensiklopedi mini Masjidil Aqsa, yang terdiri dari tiga bagian. Pertama, tentang masjid, sejarahnya dari sisi agama kita dan mengenal sisi artistik baik itu interior maupun eksterior kawasan komplek Masjidil Aqsa. Kedua, kita akan mengenal bahaya akan ancaman zionisme dan kenapa mereka menjajah Palestina, khususnya kota-kota besar di Palestina. Ketiga, perlawanan dan perjuangan bangsa Palestina merebut kemerdekaannya baik melalui jalur perjuangan yang kita kenal sekarang ini dengan “Intifadha” hingga jalur-jalur diplomasi dan perundingan.” Tuturnya.

Festival Syar’i 10 ditutup dengan penggalangan dana (sunduq) yang dimana hasil dari penggalangan dana ini akan didonasikan untuk palestina. Dan diakhiri dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba, baik itu lomba internal maupun lomba eksternal kampus. (say)

Baca Juga Berita Lainnya