berita

STEI SEBI Menghadirkan Bupati Lombok Utara Dalam Islamc Economic Days 2

Kategori Berita : '2017-03-13' / '11:32:55' WIB
'

Depok – Islamic Economic Days (IED) 2 kembali digelar oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economic Forum (KSEI IsEF) STEI SEBI yang bertajuk Potentials of Halal Industry to Support the Growth of National Economy” pada Sabtu (11/03) di Sebi Hall. IED 2 kali menghadirkan pembicara yang luar biasa di bidang bidangnya, yakni Bapak Dr. H Najmul Ahyar SH, MH selaku Bupati Lombok Utara dan Dr. Oni Sahroni , MA selaku Anggota DSN MUI dan Dosen STEI SEBI. Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembacaan tilawah oleh Nurwahid,  Mahasiswa STEI SEBI Penerima Beasiswa Tahfidz 100%.

Diawali dengan Keynote Speech oleh Dr. Ir Sudarto, MM (Ditjen IKM). Beliau memaparkan terkait produk halal di Indonesia. Industri halal mempunyai potensi yang menjanjikan di Indonesia, hal ini didukung oleh jumlah populasi muslim Indonesia terbesar di dunia. Indonesia pun menyimpan potensi pasar domestik yang besar, bahkan konsumsi terhadap makanan dan minuman halal mencapai peningkatan 10%.

Potensi ekonomi industri indonesia, terutama fashion kini menjadi sorotan karena fashion muslim di Indonesia berharap kedepannya menjadi kiblat fashion muslim dunia, “Ini adalah peluang bagi anda sebagai mahasiswa muslim dan Kampus STEI SEBI sebagai motor penggerak industri halal di Indonesia” jelas Sudarto. 

Di Kota Mojokerto pun telah di launching pendidikan vokasi dalam rangka peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam kancah industri serta  penyesuaian kurikulum bagi mereka. “E-commerce kini sudah menjamur, dan kita harus bisa memperluas akses penjualan dalam hal digital. Saya mengucapkan selamat kepada STEI SEBI atas keberlangsungan IED 2 ini, semoga berdampak pada perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia.” Tutup Sudarto.

Menjadi perhatian publik bahkan dunia, Lombok sebagai Destinanasi Pariwisata Halal Pertama di Indonesia memiliki keindahan alam dan keragaman budaya yang berlimpah serta potensi pariwisata yang memiliki kontribusi yang sangat besar. “Pariwisata halal atau syariah didukung dengan fasilitas serta layanan yang memenuhi ketentuan syariah. Dan hal ini tak terbatas pada wisata religi semata, tapi juga wisata holistik dan komprehensif”. Jelas Bupati Lombok Utara, Dr.H Najmul Ahyar, SH, MH.  Konsep ideal wista syariah yaitu kenyamanan dalam beribadah, kemudahan mendapat produk oangan halal serta lingkungan yang syari dan bebas maksiat baik dari pelayanan, fasilitas penunjang, lingkungan hotel, spa, hingga restoran syari. “Kita harus bisa belajar dari negara non muslim, yaitu membuat brand halal” tambah Bupati yang memiliki slogan maju dalam keberkahan, berkah dalam kemajuan ini.

Selain itu Dr. Oni Sahroni, MA selaku anggota DSN MUI dan Dosen STEI SEBI memaparkan terkait peran DSN MUI dalam pengembangan industri halal, yakni dengan menyusun regulasi produk yang sesuai dengan tuntutan syariah (fiqh moderat dan ijtihad kolektif)., mengikat industri, dan tetap dikawal pelaksanannya oleh pemerintah. (sal)

Baca Juga Berita Lainnya