berita

Optimistiskah Ekonomi Syariah pada 2016?

Kategori Berita : '2015-12-30' / '08:26:53' WIB
'
Senin, 28 Desember 2015, 16:00 WIB

Menilik kondisi ekonomi nasional 2015 yang lesu, perbaikan diharapkan terjadi pada 2016 tak hanya dari sisi keuangan Islam secara komersial maupun keuangan sosial. Indonesia juga dinilai harus mengantisipasi sisi lain pertumbuhan ekonomi.

Dalam paparan Outlook Ekonomi Syariah 2016 di Kampus STEI SEBI di Jakarta, Rabu (23/12), peneliti SEBI Islamic Business & Economics Research Centre (SIBER-C), Aziz Budi Setiawan, mengatakan, pertumbuhan APBN 2015 sebesar 5,7 persen dan perekonomian pada 2016 secara global akan terlihat mengalami kenaikan. Namun, kenaikan ini perlu diimbangi dengan tata kelola yang baik untuk menghasilkan pertumbuhan optimal.

Di samping peningkatan, angka inflasi hingga kini masih tiga persen, angka yang cukup tinggi. Poin terbesar adalah inflasi pangan.

Padahal, sektor pangan dan manufaktur merupakan tonggak utama perekonomian Indonesia. Menurut Azis, di samping optimistis, masyarakat juga harus waspada terhadap perekonomian yang terlihat membaik ini. ''Jangan sampai kenaikan ekonomi yang terjadi saat ini tidak terdistribusi secara merata, hanya dirasakan oleh sebagian kalangan,'' kata Azis kepada Republika.

Dari segi keuangan sosial, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menyampaikan, berbagai penelitian menunjukkan potensi zakat di Indonesia mencapai angka Rp 200 triliun. Namun, baru terealisasi Rp 30 triliun.

Juwaini menyatakan, perubahan regulasi penghimpunan zakat dari pemerintah memberi dampak kepada lembaga amil zakat nasional (Laznas) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Di antaranya, kata dia, adalah jumlah Laznas yang berkurang akibat degradasi dan konversi, penghimpunan dana masing- masing Laznas yang seharusnya semakin besar. "Serta, peran Baznas yang semakin signifikan serta tantangan efektivitas pemanfaatan zakat yang akan semakin besar,'' jelasnya.

Direktur Keuangan Syariah Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, total penerbitan sukuk internasional dalam berbagai mata uang hingga 6 November 2015 mencapai 779,58 miliar dolar AS dengan total outstanding sebesar 318,07 miliar dolar AS.

''Indonesia, Malaysia, Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, dan Gambia termasuk yang menerbitkan sukuk secara reguler, baik domestik maupun internasional,'' ungkap dia.

Di Indonesia, sukuk yang sudah diterbitkan mencapai Rp 386 triliun sejak 2008 hingga 2015, termasuk Rp 119 triliun yang terbit pada 2015. Pada tahun ini, Indonesia bahkan mencatatkan penerbitan sukuk terbesar, dua miliar dolar AS, di Bursa Nasdaq Dubai. Oleh: Fuji Pratiwi  ed: Zaky Al Hamzah

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/koran/syariah-koran/15/12/28/o0290r6-optimistiskah-ekonomi-syariah-pada-2016

Baca Juga Berita Lainnya