berita

STEI SEBI ditantang bangun perekonomian syariah di Depok

Kategori Berita : '2015-06-01' / '10:31:49' WIB
'

Depoknews.com–Sejak tahun 2000, Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) SEBI menjadi lembaga yang fokus pada pendidikan dan pengembangan ekonomi syariah. STEI SEBI bahkan ditantang menghasilkan profesional yang siap membangun perekonomian syariah di Depok.


STEI SEBI berkomitmen untuk membesarkan cakupan ekonomi syariah lewat Gebyar Ekonomi Syariah (GES), yang tahun ini memasuki tahun ke-9. GES tahun ini memfokuskan kegiatan pada kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sehingga masyarakat semakin memahami bahwa ekonomi syariah bukan hanya menyentuh dunia perbankan.
“Pertanyaan seperti berapa unit syariah, berapa banyak bank syariah, dan berapa asuransi syariah yang sudah berdiri selalu menjadi indikator pembangunan ekonomi syariah. GES menekankan bahwa ekonomi syariah bukan hanya itu,” kata Wakil Ketua STEI SEBI M. Asmeldi Firman, MM, Ak, CA, BKP, pada acara GES STEI SEBI di Depok Town Square di Depok Town Square, Minggu 24 Mei 2015.


Firman menambahkan bahwa pada 2014 perkembangan ekonomi syariah kurang dari 5 persen dari seluruh sektor perekonomian Indonesia. STEI SEBI optimistis bahwa perkembangannya akan semakin positif. Pertama, jelas Firman, STEI SEBI yang berdiri sejak tahun 2000 menjadi lembaga yang fokus pada pendidikan dan pengembangan ekonomi syariah. Secara signifikan meningkat jumlah mahasiswa maupun kegiatannya.
“Alasan lainnya, ekonomi syariah bukan sekadar perbankan syariah, tapi juga di dalam keseharian. Ekonomi syariah adalah napas seluruh kegiatan. Berdagang dengan cara jujur atau mencari nafkah untuk keluarga sebenarnya sudah bernapaskan ekonomi syariah,” tambahnya.


Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si. mengatakan bahwa ekonomi syariah menjadi solusi perekonomian bangsa yang akhir-akhir ini melesu dan inflasi yang meroket. Menurutnya, masyarakat perlu menanamkan prinsip bahwa konsep Ilahiah seperti ekonomi syariah membawa keberkahan hidup.
“Ekonomi bukan sekadar keilmuan, tapi juga amalan. Keduanya harus senapas. Jangan sampai umat Islam dari sisi ekonomi justru jauh dari nilai keislaman, seperti praktek riba,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan ekonomi syariah, STEI SEBI bahkan ditantang untuk menghasikan profesional yang menjadikan Depok nantinya kota pertama haus tenaga kerja. Seperti diketahui, Indonesia senantiasa ‘mengekspor’ tenaga kerjanya ke berbagai negara sementara negara maju menyerap banyak tenaga kerja karena semua produknya dibuat sendiri dari hulu ke hilir.


“Ahli ekonomi kita yang bisa melakukannya. Hulu-hilir kita yang mengerjakan sehingga tidak perlu mengekspor tenaga kerja karena di sini saja kekurangan. Seperti apa good governence syariah, kita tunggu STEI SEBI menelurkan konsepnya. STEI SEBI memiliki banyak pakar ekonomi yang mendorong perwujudannya,” kata Plt Sekda Kota Depok Harry Prihanto.


GES ke-9 STEI SEBI bukan hanya menyasar kalangan berpendidikan tinggi karena siswa SMK/MA/sederajat pun demikian. Karena itu, berbagai acara digelar di antaranya talkshow tentang UMKM bertema “Be A Great Islamic Entrepreneur”, lomba Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat SMA/SMK, peluncuran buku Cerpen GES 9, parade ekonomi syariah, pentas seni, dan penampilan bintang tamu Dik Doank serta Meyda Sefra. (fyu)


- Sumber : http://depoknews.com

Baca Juga Berita Lainnya