berita

Kuliah Umum Profil Kompetensi Lulusan S1 Akuntansi dan Perbankan Syariah

Kategori Berita : '2015-04-07' / '10:06:33' WIB
'

[Depok, 06/04/2015]. Mengawali bulan April 2015, STEI SEBI melalui Program Studi Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah bekerjasama dengan SHAF dan HAMASAH menyelenggarakan kuliah umum dengan tema Profil Kompetensi Lulusan Pendidikan S1 Ekonomi dan Keuangan Syariah: Perspektif Industri dan Tantangan Global.

Kuliah umum rutin semesteran ini dilaksanakan pada Senin, 6 April 2015 bertempat di Aula STEI SEBI, Depok dengan menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Sriyanto, Ak., CA, ASA sebagai Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) Kanaka Puradiredja Suhartono dan Anggota Dewan Standar Akuntansi  Keuangan (DSAK) Syariah, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Alfi Wijaya, SE, MM (Direktur Utama BPRS Harta Insan Karimah).

Forum ilmiah ini merupakan acara penutupan dari kegiatan Shariah Accounting Competetion yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, Shariah Accounting Family (SHAF) sejak 1 pekan sebelumnya. Sekaligus acara ini dimaksudkan untuk mendapatkan input langsung dari industri terkait kompetensi lulusan S1 Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah yang diharapkan untuk kepentingan evaluasi kurikulum yang akan diadakan oleh STEI SEBI.

Kedua narasumber sepakat bahwa kompetensi yang dimiliki lulusan S1 harus mencakup keilmuan, skill dan attitude. Berdasarkan riset industri, diketahui bahwa terjadi lack of competence dari lulusan perguruan tinggi dengan yang dibutuhkan industri, dimana lulusan memiliki 80% hard-skill tetapi baru memiliki 20% soft-skill. Sehingga diharapkan, penyelenggara pendidikan tinggi harus juga memperhatikan pengembangan soft-skill lulusan. Tak terkecuali dengan lulusan S1 ekonomi syariah, diketahui bahwa rendahnya tingkat penyerapan lulusannya di lembaga keuangan syariah lebih disebabkan pada rendahnya penguasaan soft-skill meski tidak diragui bahwa penguasaan hard skill sudah tinggi.

Saat ini, industri termasuk lembaga keuangan syariah menjadikan tes IQ dan psikotest sebagai gerbang untuk menyeleksi lamaran. Sehingga, agar tingkat penyerapan lulusan S1 ekonomi syariah menjadi tinggi di industri, harus ada pembekalan lebih bagi calon lulusan untuk bidang tersebut tanpa mengurangi penguasaan keilmuan yang sudah bagus. Kedepan, perguruan tinggi diharapkan tidak lagi menyerahkan penguasaan soft skill tersebut kepada masing-masing individu mahasiswa melalui organisasi tetapi bisa juga menjadikan program tersendiri dari perguruan tinggi untuk pembekalan calon lulusannya. [sm]

 

Baca juga di depoknew.com

Baca Juga Berita Lainnya