berita

STEI SEBI Lakukan Sosialisasi Regulasi Kurikulum KKNI

Kategori Berita : '2015-02-26' / '09:27:16' WIB
'

Depok (20/02/2015). Pemerintah kembali membenahi kualitas pendidikan dengan dikeluarkannya UU No. 12 Tahun 2012 dan Pepres No. 8 tahun 2012 dengan mewajibkan pada 2016 untuk diberlakukannya Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk pendidikan tinggi. Tujuan yang hendak dicapai adalah adanya penyetaraan dan pengakuan kualifikasi SDM Indonesia antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

 

STEI SEBI mengadakan Workshop Kurikulum dengan tema “Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum Ekonomi dan Keuangan Syariah berbasis Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk Pendidikan S1” pada Jumat, 20 Februari 2015. Acara yang dikemas sekalian dengan pertemuan dosen untuk semester genap 2014/2014, menghadirkan narasumber wokshop dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Dr. Nurul Huda, SE, MM, M.Si. Narasumber adalah pengurus DPP IAEI yang membidangi kurikulum ekonomi Islam yang saat ini focus memberikan sosialiasi tentang KKNI ke beberapa program studi yang membuka ekonomi Islam dan sejenis di banyak perguruan tinggi di Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Azis Budi Setiawan, SEI, MM selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STEI SEBI mengapresiasi penyelenggaraan acara ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa dan lulusan STEI SEBI. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa industry keuangan syariah saat ini sedang mengalami masa yang sulit dengan perlambatan pertumbuhan, peningkatan kredit macet dan terungkapnya beberapa fraud di beberapa bank syariah. Untuk itu, dengan diberlakukannya KKNI, STEI SEBI terus membekali kompetensi mahasiswa dan lulusan serta menginternalisasi nilai-nilai Islam.

 

Nurul Huda menjelaskan bahwa KKNI memiliki 9 level kompetensi dimana pendidikan strata 1 harus memiliki kompetensi di level 6. Semangat KKNI memberikan standar kompetensi sehingga siapapun bisa memenuhi kompetensinya sesuai dengan level yang ada. Misalnya, jika ada praktisi bank yang ingin meneruskan pendidikannya, maka kompetensi yang dimiliki sebagai banker akan disesuaikan dengan level kompetensi KKNI dengan melakukan uji kompetensi. Jika yang bersangkutan lulus kompetensi tersebut, maka ia tidak perlu mengambil mata kuliah yang terkait dengan itu seperti dasar perbankan, manajemen perbankan dan sebagainya.

 

Untuk itu, per 2016, perguruan tinggi harus sudah menyesuiakan kurikulumnya dengan standar KKNI. Penyusunan kurikulum berbasis KKNI diturunkan dari visi misi yang dimiliki dengan membuat profil lulusan yang dikehendaki. Profil lulusan tersebut kemudian akan menjadi acuan untuk merumuskan learning outcomes (LO) lulusan yang membuat kompetensi yang harus dimiliki untuk meraih profil lulusan tersebut. Selanjutnya LO tersebut akan menjadi acuan dalam merumuskan bahan kajian atau mata kuliah yang mendukung LO tersebut dan ditindak lanjuti dengan adanya perumusan kedalaman dan keluasan mata kuliah (bobot SKS), learning outcomes mata kuliah dan silabus dan terakhir adalah perumusan sistem pembelajaran yang meliputi metoda, media dan proses evaluasi).

 

Melalui workshop ini, STEI SEBI akan menyesuaikan kurikulum pendidikannya sesuai dengan arahan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).[sm]

Baca Juga Berita Lainnya